Waspada ! Asap Baterai Galaxy S5 Mengandung Racun berbahaya !



Artikel Informasi - Sebuah video yang diunggah via YouTube oleh pemilik akun TechRax menunjukkan baterai smartphone andalan Samsung Galaxy S5 yang mengeluarkan racun berbahaya. Awalnya video berdurasi 4 menit 5 detik itu bertujuan untuk memperlihatkan daya tahan handset Galaxy S5 dalam menjalani berbagai uji ketahanan ekstrim.

Diperlihatkan bagaimana body dan layar handset Galaxy S5 yang mampu bertahan dari goresan pisau tajam. Setelah itu berlanjut pada ujian berikutnya dengan menggunakan palu besar. Handset Galaxy S5 berkali-kali dihantam oleh palu dengan intensitas yang berbeda.

Mula-mula, handset Galaxy S5 bisa bertahan dari hantaman palu yang begitu bertenaga. Namun ketika mendapatkan hantaman yang lebih kuat, layar Galaxy S5 pecah. Lalu ketika bagian belakangnya dihantam dengan kekuatan yang sama kuat, tanpa diduga baterainya melembung dan pecah mengeluarkan gas beracun yang dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan manusia.

Mungkin bukan hanya baterai Galaxy S5 saja yang akan mengalami nasib serupa bila mendapatkan benturan cukup keras seperti itu. Dengan begitu, maka ada baiknya Anda menghindari benturan atau tekanan berat pada ponsel pintar yang Anda gunakan.

Untuk lebih jelasnya silahkan simak videonya di tautan berikut ini.


Waspada ! Sering Konsumsi Permen Karet Dapat Timbulkan Diare



Artikel Informasi - Anda sering mengonsumsi Permen Karet ? Mulai dari sekarang berhati-hatilah,karena terlalu sering mengonsumsi Permen Karet dapat menimbulkan Diare.Karena,meski pemanis buatan yang terdapat dalam makanan kemasan masih dalam batas aman, namun ternyata pemanis buatan dapat meningkatkan risiko diare.

Seperti diungkapkan oleh pakar gastroenterologi, Anish Sheth, MD,  bahwa permen karet termasuk dalam daftar mengandung pemanis buatan yang tinggi. Walaupun ada banyak produk tinggi gula lainnya seperti permen, obat batuk, minuman olahraga, jus, dan selai.

"Karena pemanis itu dicerna, ia menarik air ke dalam saluran usus dan dapat menyebabkan diare," kata Anish Sheth, MD, seperti dikutip Menshealth, Minggu (13/4/2014).

Anish sendiri menyarankan Anda untuk memeriksa kembali label bahan dan menghindari produk yang mengandung pemanis buatan agar terhindar dari diare.

Anish menambahkan, diare juga bisa disebabkan oleh luka di bagian ginjal, alergi fruktosa atau laktosa, mengonsumsi makanan asam, pedas, santan secara berlebihan, kelebihan vitamin C atau infeksi bakteri.

Jadi,mulai sekarang,kurangilah atau jagalah frekuensi mengonsumsi Permen Karet anda.

Waspada ! Stroke Mudah Menyerang Remaja Yang Sering Pakai Gadget !



Artikel Informasi - Teknologi yang canggih memengaruhi gaya hidup remaja masa kini. Beberapa remaja bahkan ditemukan terkena stroke. Ini semua akibat gaya hidup sedentary atau kurang aktif dan lebih banyak bermain gadget.

Staf Pengajar Program Okupasi Terapi Vokasi Hermito Gideon menyampaikan, stroke semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Tapi, kini remaja juga bisa terserang stroke.

Menurutnya, faktor risiko stroke yang mudah dan sangat penting dikendalikan adalah hipertensi. Sebanyak 40 persen kasus stroke adalah orang dengan sistole lebih dari 140 mmHg. 

"Remaja yang sangat aktif menggunakan jari-jarinya untuk bermain HP (handphone) atau gadget berpotensi mengalami penyumbatan dan pecahnya pembuluh darah, karena kurangnya aktivitas produktif," kata Gideon  dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Jumat (11/4/2014).

Sebenarnya, ada metode rehabilitasi baru yang bisa mengembalikan hampir 80 persen kehidupan penderita stroke. Gideon mengatakan, ini semua bisa dilakukan dengan okupasi terapi.

Terapi okupasi sebenarnya merupakan pendekatan yang bertujuan mendorong pasien yang dependent (tergantung) menjadi independent (mandiri) seperti kembali menyetir dan sebagainya.

"Dengan terapi okupasi  pasien bukan hanya dibantu melakukan gross motoric seperti pada fisioterapi (aktivitas berjalan). Tapi, pasien bisa kembali mandiri seperti semula, sesuai dengan latar belakang profesi atau hobinya," katanya. 

Gideon menyontohkan, setelah terserang stroke karena pecahnya pembuluh darah, dengan okupasi terapi, seorang remaja pelajar SMA kelas 1 kembali mampu bermain piano dan menjalani kehidupan normal seperti sebelum terserang stroke.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Okupasi Terapis Indonesia, Bambang Kuncoro, dalam Kuliah Umum `Terapi pada Stroke` menyampaikan, stroke sebenarnya penyakit kardiovaskuler yang terjadi akibat gagalnya suplai oksigen ke sel otak, yang berisiko terhadap kerusakan iskemik dan bisa menyebabkan kematian.

Stroke menjadi penyebab kematian ketiga setelah kardiovaskuler dan kanker. 550.000 Kasus baru diperkirakan terjadi setiap tahunnya. Padahal, penyakit ini juga berdampak terhadap ekonomi secara langsung (kesehatan) maupun tidak langsung.

Waspada ! Suntikan Botox Bisa Sebabkan Kerusakan Otak dan Bikin Buta !



Artikel Informasi - Botox memang sering dipilih untuk menghilangkan kerutan di wajah. Tapi, di samping kelebihannya, botox memiliki efek buruk kesehatan. Antikerut tersebut ternyata bisa menyebabkan kebutaan permanen serta kerusakan otak.

Seorang Ahli Bedah Kosmetik Terkemuka di London Dr Julian de Silva menyatakan, setidaknya 30 kasus kehilangan penglihatan terjadi akibat botox. Selain itu, suntikan tersebut juga bisa menyebabkan stroke pada beberapa pasien, di mana terjadi penyumbatan suplai darah yang menyebabkan kematian jaringan dan kerusakan otak.

Menurut De Silva, kondisi tersebut merupakan hasil dari suntikan filler dari lemak sendiri yang diambil dari bagian tubuhnya.

"Ini bukan satu kasus dalam sejuta," kata Dr De Silva seperti dilansir Mailonline, Senin (17/3/2014).

Filler biasanya berupa zat gel yang disuntikkan di bawah kulit untuk menambahkan volume dan penampilan terlihat gemuk sehingga pemakainya akan lebih muda.

Filler ini secara hukum diklasifikasikan sebagai implan dibanding obat-obatan. Sehingga secara hukum botox bisa disuntikkan ke siapa saja oleh orang terlatih.

Namun, dr De Silva mengatakan, buruknya hasil botox ini hanya komplikasi kecil dibandingkan potensi risiko yang terlibat. Masalah bisa muncul ketika filler sengaja disuntikkan ke arteri. "Ini bisa menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan kulit dan jika arteri yang menyuplai oksigen ke bagian belakang mata, ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan. Dalam skenario terburuk, filler bisa memblokir oksigen ke otak, yang mengakibatkan stroke," kata Dr De Silva.

Baru-baru ini terjadi tiga kasus kebutaan. Pada 2012, sebuah laporan menyorot 32 kasus. Namun, karena kurangnya peraturan dan komplikasi dianggap umum, produsen tak memiliki kewajiban mempublikasikan masalah tersebut dengan rinci.

"Karena efek samping ini kurang dilaporkan , banyak praktisi yang tidak tahu ada risiko yang bisa terjadi," ujar Dr De Silva memperingatkan.

Karena itulah, Dr De Silva mengingatkan setiap pasien yang hendak menggunakan botox ketahui persis apa yang disuntikkan ke wajah Anda dan apa efek sampingnya.

"Saya sarankan hanya menggunakan filler berbahan asam hyaluronic karena ini bisa dipecah jika pasien memiliki reaksi terhadapnya, dan hanya menggunakan filler yang disetujui di AS karena mereka memiliki catatan keamanan yang baik,

"Dan pastikan Anda berada di tangan seorang profesional medis yang berkualitas dengan pengetahuan anatomi wajah," tegasnya.

Waspada ! Gaya Hidup Yang Menyebabkan Kelemahan Jantung !



Seiring waktu, jantung ternyata dapat berubah bentuk sesuai gaya hidup yang Anda jalani buat setiap hari. Untuk lebih mudahnya, ada gambar yang memperlihatkan perbedaan antara jantung seseorang yang banyak duduk, perokok dan penyuka olahraga.
  1. Orang malas (banyak duduk)
    Terlalu banyak duduk dapat memicu pertumbuhan lemak perikardial, jenis penumpukan lemak di jantung. Olahraga saja, bahkan sulit menghilangkan lemak ini. Yang bisa Anda lakukan adalah memberikan lebih banyak waktu pada diri Anda untuk bergerak.
  2. Perokok
    Perokok rentan mengalami aterosklerosis (peradangan pada dinding jantung) sehingga dapat menyumbat arteri atau pembuluh darah darah jantung. Penyumbatan pembuluh darah bisa membuat kerja lembur jantung. Parahnya, asap rokok bukan hanya membahayakan si pengisap, tapi juga perokok pasif.
  3. Rutin olahraga
    Hanya olahraga 30 menit, kapiler jantung Anda akan lebih aktif dan kuat. Semakin jantung aktif dan kuat, maka aliran darah juga akan lancar. Setidaknya latihan kardio selama 2,5 jam setiap minggu bisa membuat jantung tetap sehat.

Waspada ! Mengetik SMS Sambil Berjalan Juga Berbahaya !



Anda sering berjalan sambil SMS-an ? tahu ngak kalau itu berbahaya ? saya kasih tahu nih informasinya.

Telepon seluler menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Tak jarang kita melihat orang beraktivitas dengan ponselnya sambil berjalan. Padahal, cara ini bisa berbahaya dan mempengaruhi keseimbangan tubuh.


Sebanyak 77 persen dari populasi dunia diperkirakan memiliki ponsel dan mengirimkan SMS karena cara ini sebagai metode yang efektif, cepat, dan murah. Tapi, sedikit yang memperhitungkan bahay dari mengetik SMS sambil berjalan.

Selama ini yang sering diingatkan bahaya mengetik sambil mengemudi. Tapi, perhatian bergeser ke risiko keamanan SMS-an sambil berjalan. Meskipun ada bahaya nyata dari SMS sambil berjalan, hanya satu penelitian tentang SMS yang mempengarugi kiprah kinematika.

Penelitian ini dilakukan para ilmuwan di University of South Australia, Australia, terhadap 26 orang yang sehat. Ada tiga penelitian yang dilakukan yakni berjalan tanpa menggunakan ponsel, membaca teks pada ponsel, dan mengetik SMS pada ponsel.

Menurut Penulis Penelitian Steve Milanese yang dipublikasikan di PLoS ONE, Kamis (6/2/2014), peserta berjalan pada kecepatan lambat selama membaca dan menulis SMS dibanding ketika berjalan tanpa ponsel.

Dan jalan semakin lambat ketika mengetik SMS dibanding hanya membaca. Selain itu, peserta jalannya menyimpang dari garis lurus, serta lebih jarang menggerakkan leher.

"Perubahan gaya berjalan yang berhubungan dengan penggunaan ponsel bisa merusak fungsi berjalan dan berdampak pada keselamatan di lingkungan pejalan kaki umum," tulis Milanese

Menurut peneliti, mengetik atau membaca SMS di ponsel saat berjalan membuat permintaan kognitif di memori kerja dan kontrol eksekutif meningkat. Selain itu, terjadi penurunan ketersediaan informasi visual dari lingkungan atau perubahan fisik untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara mata dan ponsel di tangan.

Berbeda jika seseorang mengetik SMS dalam kondisi normal karena bisa mempertahankan pengelihatannya dan memandu seseorang berjalan lurus pada kecepatan yang wajar. Namun efek mengetik atau membaca SMS berbeda.

"Kami berhipotesis bahwa tuntutan mekanik potensial terhadap gangguan kognitif terkait dengan mengetik SMS akan berdampak lebih besar pada kinerja dibanding saat membaca teks," tulis peneliti.



Waspada ! Risiko Terbesar Kanker Serviks Ada pada Wanita Perokok Aktif !



Jumlah pasien kanker leher rahim (serviks) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sangat banyak. Dengan jumlah 368 pasien, menjadikan kasus kanker serviks berada di urutan pertama di rumah sakit pemerintah ini.


Sebenarnya, jenis kanker satu ini dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko yang ada. Namun sayang, satu faktor risiko tampaknya sangat susah untuk ditinggalkan, terlebih bila sudah kecanduan, yaitu merokok.

Kepala Departemen Radioterapi RSCM, Prof, DR. Dr. Soehartati Gondhowiardjo, SpRad (K) OnkRad mengatakan bahwa wanita yang tidak dapat meninggalkan kebiasaan merokoknya, meningkatkan risiko kanker serviks sebanyak 2,7 kali lebih besar.

"Merokok, baik wanita dan pria, harus dihindari. Untuk wanita karena risiko terkena kanker serviks 2,7 kali lebih besar," kata Prof Soehartati dalam acara `World Cancer Day: Menepis Mitos Kanker`, di Lobby Gedung Radioterapi RSCM, Salemba, Jakarta, ditulis pada Selasa (4/2/2014)

Lebih lanjut dia mengatakan, kanker serviks ini paling sering ditemukan pada pasien berusia 35 sampai 49 tahun. Maka itu, setiap wanita patut menjaga kesehatan dan jangan pernah malu memeriksakan kesehatannya secara rutin.

Infeksi HOV (human papiloma virus), sering berganti pasangan, dan terpapar infeksi menular seksual (IMS), menikah terlalu muda atau di bawah usia 20 thaun, merupaka faktor risiko yang menyebabkan seorang perempuan rentan terhadap kanker mulut rahim.

"Gejala klinis juga harus diketahui, seperti perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi, perdarahan setelah menopause, dan keluar cairan atau keputihan berlebih," kata dia kembali menjelaskan.

Soehartati menegaskan, deteksi dini mesti dilakukan agar terhindar dari kanker serviks, caranya dengan melakukan pemeriksaan Pap Smear atau IVA secara rutin.

Waspada ! Rokok Juga Hambat Proses Pengobatan Kanker !


Banyak orang sudah mengetahui bahwa efek rokok memicu kanker. Tapi, masih sedikit yang mengetahui rokok juga dapat menyulitkan penyembuhan kanker.


Demikian disampaikan Prof. DR. Dr. Soehartati Gondhowiardjo, SpRad(K)OnkRad selaku Direktur Departemen Radioterapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dalam acara 'World Cancer Day: Menepis Mitos Kanker', di Lobby Gedung Radioterapi RSCM, Salemba, Jakarta, Senin (3/2/2014)

"Pengaruh rokok sangat besar sekali. Terlebih untuk kanker paru tertentu, menjadi susah untuk ditangani," kata Dr. Soehartati singkat.

Lebih lanjut Tati menjelaskan bahwa rokok tidak hanya berisiko menyebabkan kanker paru saja, tapi lebih dari itu. Rokok memang sangat berbahaya dan menjadi faktor risiko dari berbagai jenis penyakit berbahaya dan mematikan lainnya, seperti penyakit jantung.

Di RSCM sendiri, kanker paru berada di urutan ke-5 setelah kanker serviks, kanker payudara, nasofaring, dan otak. Untuk jumlah pasiennya, tercatat per Januari sampai November 2013 ada sekitar 65 orang pasien.

Tak hanya itu, Tati kembali menekan kepada tiap individu untuk menjaga pola hidupnya menjadi lebih sehat lagi. Selain itu, jangan lupa untuk rutin melakukan aktivitas fisik, dan menjauhkan diri dari rokok.

Meski saat ini sudah ada peringatan 'Rokok Akan Membunuhmu' di setiap bungkusnya, itu juga dirasa tak akan mempan bila memang tidak ada kesadaran dari si pelaku itu sendiri.

Waspada ! Kebiasaan Sehari-hari yang Mengganggu Kesehatan Anda




Kita sudah tahu pentingnya menjaga kesehatan dengan makan teratur dan bergizi, olahraga, serta menjalani gaya hidup sehat seperti menghindari rokok. Namun terkadang banyak kebiasaan sehari-hari yang tidak kita sadari akan mengganggu kesehatan kita. Lebih waspada, yuk!
  1. Musik
    Siapa yang tidak senang mendengarkan musik? Sambil mengerjakan PR, main komputer, mengerjakan tugas kuliah atau kantor, bahkan hanya sekadar duduk santai menghabiskan waktu memang asyik sambil mendengarkan musik. Apalagi ditambah menggunakan headphone atau earphone, tentu saja membuat kita betah berjam-jam mendengarkan musik kesukaan.
    Namun hal tersebut dapat mengancam kesehatan pendengaran kita apalagi bila didengarkan dengan volume tinggi. Bahkan didengarkan dengan volume wajar pun selama berjam-jam akan merusak sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam yang berfungsi mengirimkan impuls suara ke otak. Oleh karena itu aturlah durasi mendengarkan musik lewat headphone atau earphone dalam batas wajar, alternatif lain gunakan speaker bila tidak akan mengganggu sekitar.
  2. Internet
    Menjelajah dunia internet memang sangat mengasyikkan, kita akan menemukan banyak hal baru yang menambah pengetahuan. Saking asyiknya kita cenderung menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer atau laptop. 
    Hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan mata, misalnya mata minus bahkan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Dilansir bahwa menggunakan internet berjam-jam akan membuat depresi, kecemasan, dan kecanduan meningkat. 
    Pergunakanlah internet seperlunya, bila memang kebutuhan kita sudah terpenuhi, maka lakukan kegiatan lain. Ayo,jangan tolak teman yang mengajak bermain hanya untuk duduk berlama-lama di depan komputer.
  3. Main game
    Main games bersama teman atau sendiri memang cara asyik untuk menghabiskan liburan atau waktu senggang. Namun main games tanpa kenal waktu akan membuat tubuh kita kelelahan, sistem imun menurun, dan kurang peka terhadap lingkungan sosial. Yang paling parah adalah lebih berisiko terkena carpal tunnel syndrome akibat pergerakan tangan yang berulang. Kalau sudah cukup main game, ajak temanmu main bola atau tenis di luar, yuk?! Jelas hal tersebut lebih sehat.
  4. Main ponsel
    Ponsel kini telah menjadi barang yang dimiliki semua orang, bahkan anak SD pun sering terlihat memakai ponsel. Jenis-jenis ponsel pun kini mulai beragam, tidak hanya untuk menelepon atau kirim SMS, namun dilengkapi fitur-fitur yang lebih canggih. 
    Tidak heran bila kita senang memainkan ponsel sampai tengah malam. Padahal penggunaan ponsel dalam jangka waktu panjang akan meningkatkan produksi hormon stres kortisol.
    Bila tubuh mulai merasa stres maka kesehatan tentu akan terganggu secara keseluruhan. Apalagi bila kita memiliki kebiasaan menelepon berjam-jam, seperti halnya mendengarkan musik di headphone, pendengaran pun akan terganggu.
  5. Behel
    Coba lihat sekeliling?! Berapa banyak yang menggunakan behel atau kawat gigi? Kini behel seolah menjadi bagian dari gaya hidup sehingga banyak orang yang menggunakan behel bukan sebagai kebutuhan, namun sebagai gaya padahal giginya tidak bermasalah. 
    Pada awalnya penggunaan behel digunakan untuk mengatasi masalah gigi dan rahang seperti gigi tidak rata atau rahang yang bergeser, namun seiring dengan perkembangan zaman, behel kini menjadi tanda gaul tidaknya seseorang.
    Menggunakan behel tidak untuk semestinya apalagi dipasang bukan oleh ahlinya akan sangat membahayakan kesehatan gigi, selain akan merusak posisi gigi juga akan merusak enamel gigi karena behel memudahkan penumpukan bekas makanan yang sulit dibersihkan. 
    Memakai behel menjadi lebih sulit untuk membersihkan gigi, lho, apalagi bila malas menggosok gigi, maka kesehatan mulut akan terganggu.
  6. Junk food
    Jalan-jalan ke luar bersama teman seusai sekolah atau kerja tentu sangat menyenangkan. Biasanya agenda yang tidak dilewatkan adalah makan bersama sambil mengobrol. Kebanyakan dari kita lebih memilih fastfood karena lebih praktis dan lezat. 
    Namun mengkonsumsi fastfood bukanlah hal yang baik untuk kesehatan. Fastfood dapat memicu diabetes, penyakit jantung, dan kolestrol tinggi karena mengandung lemak, gula, dan garam yang tinggi.
    Mungkin efeknya tidak akan kita rasakan sekarang, namun saat usia sudah mulai lanjut maka efeknya akan terasa lebih dahsyat. Tidak ingin berusia muda namun memiliki penyakit yang identik dengan lansia bukan? Pilihlah apa yang menjadi konsumsi kita sehari-hari.
  7. Tas
    Akivitas yang padat membuat kita harus sering membawa banyak barang bawaan. Buku, laptop, bahkan baju ganti memenuhi tas kita sehingga penuh dan berat. Sekilas terlihat keren memang, namun coba pikirkan dampak yang akan ditimbulkan bila kita terus-terusan membawa tas berat? 
    Kejang punggung, nyeri leher, dan postur tubuh yang buruk akan mengintai kita. Cobalah sortir apa isi tas kita, bawalah yang memang benar-benar kita butuhkan. Kita cenderung malas untuk membersihkan isi tas karena lelah, namun demi kesehatan, lakukan!
  8. Melewatkan sarapan
    Memikirkan padatnya jadwal yang menanti sepanjang hari membuat kita sering melewatkan sarapan karena terburu-buru. Atau malas pun menjadi alasan untuk tidak sarapan. Beberapa orang memang enggan untuk makan di pagi hari, namun menjadikannya alasan untuk tidak sarapan akan membuat kesehatan kita terganggu. Risiko terkena diabetes dan obesitas akan lebih tinggi dialami oleh orang yang melewatkan sarapan. Tunggu apalagi? Masukkan jadwal sarapan dalam kegiatan pagi kita.

Waspada ! Tertawa Berlebihan Dapat Menyebabkan Kematian !


Penelitian terbaru mengungkapkan, bahwa tertawa bukan lagi obat terbaik untuk kesehatan. Bahkan, tertawa berlebihan bisa menjadi lebih berbahaya dari yang diharapkan, hingga berujung pada kematian.

Adalah peneliti dari Universitas Birmingham dan Universitas Oxford yang meneliti dampak negatif tertawa. Mereka menggunakan data dari 1946 sampai hari ini untuk mempelajari manfaat tertawa pada tubuh manusia. Hasilnya, seperti dilaporkan dalam The British Medical Journal, tertawa juga memiliki implikasi kesehatan yang serius. Seorang wanita dengan sindrom pacu jantung bisa pingsan dan meninggal setelah tertawa intens dan terbahak-bahak. Tertawa berlebihan, kata mereka, menyebabkan kemungkinan pecahnya jantung, tenggorokan robek, dan serangan epilepsi. Asupan cepat udara selama tertawa dapat memicu serangan asma, sementara beberapa orang telah menderita inkontinensia dan bahkan hernia. Selain itu, asupan cepat napas selama tertawa juga ditemukan sering menyebabkan inhalasi benda asing dan juga dapat memprovokasi serangan asma. Namun, mereka tak menafikan bahwa tertawa juga dapat memiliki dampak positif dalam kesehatan. Tertawa mengurangi kekakuan dinding arteri, yang mampu meredakan ketegangan dan menurunkan risiko serangan jantung. Tertawa asli selama satu hari bisa membakar 2.000 kalori dan menurunkan gula darah pada penderita diabetes. Tertawa juga meningkatkan kesuburan, dengan 36 persen dari calon ibu peserta program bayi tabung yang dihibur oleh badut setelah transfer embrio menjadi hamil dibandingkan dengan 20 persen pada kelompok kontrol. Para peneliti mengatakan, kajian mereka menentang pandangan bahwa tertawa hanya memberi manfaat, tapi menambahkan bahwa tertawa juga berisiko. "Masih harus dilihat apakah lelucon sakit membuat Anda sakit, lelucon garing menyebabkan dehidrasi, atau lelucon buruk menyebabkan dysgeusia (distorsi indera perasa)," tulis mereka.

Waspada Terhadap Batuk Yang Tak Kunjung Sembuh Hingga 3 Minggu !



Batuk adalah hal yang biasa dan bisa dialami siapa saja. Namun hati-hati, jangan remehkan batuk yang tak sembuh dalam beberapa minggu. Berdasarkan Dr Animesh Arya, Konsultan Senior dari Respiratory Medicine di Delhi, batuk yang tak sembuh dalam beberapa minggu termasuk batuk kronis.

Batuk yang tak sembuh dalam beberapa minggu juga bisa jadi bukan batuk biasa, melainkan tanda infeksi saluran pernapasan. Batuk yang disebabkan oleh infeksi biasa bisa diredakan dengan air hangat atau obat-obatan tradisional seperti kunyit. Namun jika obat-obatan tersebut tidak bisa menyembuhkannya, saatnya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Batuk tak boleh diremehkan, karena batuk yang tak kunjung sembuh bisa jadi tanda penyakit lain yang berbahaya seperti asma, bronkitis, TBC, kanker pada paru-paru, dan lainnya. Dalam kondisi ini biasanya batuk bertahan hingga tiga minggu lebih," ungkap Dr Animesh Arya. Beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan batuk dalam durasi pendek antara lain infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran pernapasan bawah, dan pneumonia, seperti dilansir oleh Health Me Up (23/12). Sementara itu, jika batuk Anda tak sembuh dalam jangka waktu panjang, waspadai beberapa jenis penyakit seperti asma, bronkitis kronis, kanker paru-paru, TBC, sinusitis, penyakit reflux asam, dan lainnya. Jika Anda mengalami batuk yang tak kunjung sembuh dalam tiga minggu, segera periksakan diri. Jika perlu, lakukan juga rontgen paru-paru untuk mengetahui kesehatan Anda.


Waspadai Penyakit di Musim Hujan




Sekarang adalah saat dimana intensitas curah hujan sedang tinggi-tingginya,ada beberapa penyakit yang sering muncul ketika musim hujan,berikut ini informasinya.

Selama musim hujan khususnya dengan curah hujan tinggi dan mengakibatkan banjir, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penyakit yang biasa muncul.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, menyebutkan ada 7 penyakit penyakit, yaitu Diare, Demam Berdarah, Leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Penyakit kulit, Penyakit saluran cerna lain, dan Perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita.

Penyakit Diare sangat erat kaitanya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar.
Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

“Masyarakat agar tetap waspada. Untuk menghindari terserang penyakit diare. Caranya dengan mencuci tangan pakai sabun setiap akan makan/minum serta sehabis buang hajat; merebus air minum hingga mendidih setiap hari; menjaga kebersihan lingkungan; dan  menghindari tumpukan  sampah disekitar tempat tinggal. Hubungi segera petugas kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala diare”, kata Prof Tjandra.

Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.
Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

“Masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Selain itu agar masyarakat segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala  panas tinggi yang tidak jelas sebabnya yang disertai adanya tanda-tanda perdarahan,” tambah Prof Tjandra.

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan/binatang.
Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.
Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia dimana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.

“Untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis masyarakat agar melakukan langkah-langkah antisipasi yaitu menekan dan hindari adanya tikus yang berkeliaran di sekitar kita, dengan selalu menjaga kebersihan; hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka; gunakan pelindung misalnya sepatu boot, bila terpaksa harus ke daerah banjir; dan segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit berkepanjangan”, kata Prof. Tjandra.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat/mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dll.
Untuk menangani penyakit ini, masyarakat diimbau untuk istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala, mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan dll.

“Faktor berkumpulnya banyak orang - misalnya di tempat pengungsian korban banjir- juga berperan dalam penularan ISPA,” kata Prof Tjandra.

Penyakit kulit, dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain pada musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak orang -misalnya di tempat pengungsian korban banjir- juga berperan dalam penularan infeksi kulit.

Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini juga faktor kebersihan makanan memegang peranan penting.

Selain itu juga perlu diperhatikan perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.